agama lagi = duduk di sebelah dia lagi (?)

21.47 Edit This 0 Comments »
Jadi pertanyaannya adalah: Apakah pelajaran agama yang berikutnya aku bisa duduk sebelahan ama dia lagi???
Pertanyaan ini terus menghantui selama pelajaran berlangsung.
Betapa kerasnya perasaan (nafsu) ini untuk terus duduk di dekatnya.
Padahal aku nggak punya perasaan yang, yah.........
.........sayang, cinta, atau sejenisnya..........
Sangat membingungkan bukan?
Aku yang paling mengerti perasaanku.
Aku tau apa yang sedang terjadi di dalam tubuhku terhadap anak ganteng itu.
Dan itu bukan cinta atau sejenisnya.
Perasaan ini adalah rasa suka terhadap WAJAHNYA YANG SUPER DUPER GANTENG.


Hahahahaha (garing) -_-


Pelajaran agama lagi.
Yang membuatku sebal pada pagi hari sebelum agama adalah minimnya pakaian menarik yang kupunya.
Udah gendut, pakaiannya jelek2 pula..........
Terpaksalah aku pake kaos putih (yang mana sebetulnya ke kampus ga boleh pake kaos) dan rok putih 3/4 (emang ada?).
Haaaaaah~


Sampailah aku di kampus.
Seperti biasa, aku dan teman2 memilih tempat duduk yang sama setiap agama.
Dan.......... WALAAA!
Dia udah duduk di tempat yang sama seperti hari Senin.
Persis.
Kami dipisahkan satu kursi.


Senangnya hatiku, turun panas demamku, kini aku tertawa dengan gila~~~


Ya namanya manusia, pasti tidak terlepas dari sesuatu yang disebut.........
..........GR-an..........
Yup!
"Dia duduk di sebelahku lagi? Hm2, dia sengaja duduk di sebelahku lagi? Jangan2 dia tau aku suka sama (wajah) dia? Trus dia ngasih kesempatan, gitu? Jangan2 dia suka ma aku? Lolololo, jangan2 sejak tes psikolog dia........."


Nah, parah banget, nggak tuh???


Lagi2 hari ini presentasi.
Blablabla......
Ngelirik.........
Blablabla........
Ngelirik.........
Blablabla......
Ngelirik........


Dan saat itulah dia naruh absennya di kursi yang memisahkan kami (yang mana aku juga naruh barang-barangku di situ)........
'Syuuuut'
Absennya tergelincir (merosot maksudnya.........).
Aku yang dari tadi udah ngelirik dia pasti tau dong kalo absennya tergelincir.
Lalu, karena refleks, langsung aja aku tahan absennya dengan tanganku (yang hitam dan besar).


Eh, samar-samar, kita saling senyum.
Ya, langsung dah, kumat pingin senyum-senyum terus.
Ahh, sindrom sialan!


Pelajaran pun selesai.
Aku yang udah telat masuk mata kuliah berikutnya langsung lari2.
Eh, ternyata tu cowok guanteng juga telat.
Dia n temen2nya lari2 di belakangku.


Kita papasan.
Aku berhenti bentar buat ngeliat dia lari2...........


(THE END)

0 komentar: